Beranda
Seputar Publik / Berita

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin Nginap 4 Malam di TPAS Galuga, Pimpin Langsung Pemadaman

Jenal memastikan proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik panas di kawasan TPAS Galuga.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Bupati Kabupaten Bogor Rudi Susmanto saat bermalam di kawasan TPAS Galuga untuk memantau langsung proses pemadaman dan pendinginan kebakaran. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Bupati Kabupaten Bogor Rudi Susmanto saat bermalam di kawasan TPAS Galuga untuk memantau langsung proses pemadaman dan pendinginan kebakaran.

Seputarpublik.com || BOGOR — Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memilih tetap berada di lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan terus berjalan.

Selama empat malam, Jenal mengaku belum meninggalkan lokasi kebakaran. Ia memantau langsung penanganan yang dilakukan petugas gabungan dari Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Abdi masih stay di kebakaran Galuga udah empat hari tidak pulang,” kata Jenal melalui pesan singkat kepada wartawan di Bogor, Jumat (11/9/2026).

Menurut Jenal, berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman. Selain penyemprotan air, petugas membuat kanal dan lereng buatan untuk membatasi penyebaran api.

Alat berat juga dikerahkan untuk mengaduk tumpukan sampah sehingga titik panas yang berada di dalam timbunan dapat dijangkau dan dilakukan pendinginan.

“Upaya maksimal terus kita lakukan untuk percepatan pemadaman api ini,” ujar Jenal saat berada di lokasi.

Titik Api Sulit Dijangkau

Jenal menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran adalah keberadaan sejumlah titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Karena itu, penanganan dilakukan dengan sejumlah metode, termasuk dukungan pasokan air dari PDAM Kabupaten Bogor, bantuan armada pemadam dari daerah lain, serta dukungan pemadaman melalui udara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran mulai terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di lahan sekitar kawasan TPAS Galuga.

Api kemudian merambat ke area TPAS dan membesar di tengah kondisi angin yang cukup kencang.

Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH juga mencatat dukungan operasi water bombing sebanyak 10 sortie dari TNI AU dalam penanganan kebakaran tersebut.

Selain upaya pemadaman, pemerintah juga menyiapkan sistem pemantauan kualitas udara untuk mengetahui kondisi udara di sekitar lokasi dan menjadi salah satu dasar dalam penyampaian imbauan kepada masyarakat.

TPAS Galuga Layani Bogor Raya

TPAS Galuga memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah yang melayani masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor.

Pada Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan TPAS Galuga sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah regional Bogor Raya.

Data Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut volume sampah yang masuk ke kawasan TPAS Galuga mencapai sekitar 1.500 ton per hari.

Sementara itu, data teknis yang pernah dipublikasikan mencatat sekitar 500 ton per hari berasal dari Kota Bogor dan sekitar 600 ton per hari dari Kabupaten Bogor. Dalam data tersebut, totalnya sekitar 1.100 ton per hari.

Pemadaman dan Pendinginan Terus Dilakukan

Jenal mengatakan, meski kobaran api yang besar telah berhasil dikendalikan, proses penyisiran, pemadaman, dan pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Menurutnya, penanganan belum dapat dihentikan karena api dapat kembali muncul beberapa jam setelah penyemprotan, terutama ketika kondisi angin cukup kencang.

Koordinasi antarinstansi juga terus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas di lapangan. Titik-titik yang berpotensi kembali menyala terus dipantau.

Bagi Jenal, pekerjaan belum selesai hanya karena kobaran api terlihat mengecil. Proses pemadaman dinilai baru benar-benar selesai setelah seluruh titik panas dapat dipastikan hilang, kondisi kawasan aman, dan pelayanan persampahan kembali berjalan normal.

“Pekerjaan belum selesai hanya karena kobaran api terlihat mengecil,” demikian penekanan Jenal terkait penanganan kebakaran TPAS Galuga.

Pemerintah terus melakukan penanganan dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat maupun petugas yang berada di lapangan.(Red.)*