“Saya paham betul tantangan di lapangan. Guru harus mengelola kelas yang kadang sampai 44 siswa. Tapi jangan sampai semangat kita menurun. Kita berikan yang terbaik. Allah yang balas, dan doa anak-anak itulah yang akan mengantarkan kita menuju kebahagiaan,” ucapnya.
Terkait pembiayaan pendidikan, Tri juga menekankan pentingnya transparansi dan kesadaran bersama. Ia menolak praktik-praktik yang membebani orang tua, seperti menjadikan kegiatan renang atau les sebagai beban finansial yang tidak proporsional.
“Renang jangan dijadikan tempat ‘ambil nilai’. Jangan memaksakan orang tua membayar mahal hanya untuk kegiatan yang seharusnya membentuk karakter, bukan memberatkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan agar tidak ada praktik titipan atau pungutan dalam penempatan jabatan kepala sekolah dan proses sertifikasi.
“Tidak boleh lagi ada titip jabatan, bayar jadi kepala sekolah, atau bayar sertifikasi. Ini soal integritas. Mari kita ubah kebiasaan lama dan jaga marwah pendidikan di Kota Bekasi,” tutupnya.
(*/AZ)
Komentar