Orang nomor dua di Kota Bekasi itu, juga menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap praktik perpeloncoan dan kekerasan, baik fisik maupun verbal, yang kerap terjadi di masa orientasi sekolah.
“Pastikan momentum MPLS menjadi pengalaman menyenangkan dan positif bagi siswa baru, bukan ajang untuk merendahkan atau menyakiti satu dengan lainnya. Segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun tindakan yang merusak mental siswa harus dihindari. Tanamkan rasa saling menghormati, toleransi, serta semangat gotong royong tanpa membedakan latar belakang,” tegas Wawali Abdul Harris Bobihoe
Tidak hanya kepada pihak sekolah, Ia juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif memantau dan mendukung anak-anak mereka selama masa MPLS berlangsung. Kehadiran dan perhatian orang tua dinilai penting agar siswa merasa aman dan nyaman saat menjalani masa adaptasi di lingkungan sekolah.
“Para guru dan panitia harus menjadi teladan yang baik. Ciptakan iklim di lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan kondusif. Sementara itu, bagi sekolah dan peserta didik, saya mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan agar proses belajar dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” tutup Wawali Abdul Harris Bobihoe.
(*/AZ)
Komentar