Di Aceh, bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp250,48 miliar dari total alokasi Rp254,44 miliar. Sementara di Sumatera Utara, sebanyak Rp53,38 miliar telah disalurkan dari total Rp62,90 miliar. Adapun di Sumatera Barat, realisasi penyaluran telah mencapai Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat penyintas menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.
“Untuk peningkatan ekonomi terus kami dorong. Saat ini aktivitas ekonomi di wilayah terdampak sudah berangsur pulih dan secara keseluruhan hampir tuntas,” ujar Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, upaya pemulihan dilakukan secara terintegrasi melalui sejumlah indikator utama, mulai dari penguatan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga percepatan rehabilitasi pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai langkah lanjutan, Satgas PRR juga menargetkan penyelesaian pembangunan dan perbaikan pasar yang masih dalam tahap akhir agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Di Sumatera Barat, pemulihan pasar telah mencapai 100 persen. Di Sumatera Utara sudah 98 persen, sementara di Aceh mencapai 89 persen. Saat ini tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar dapat segera ditempati,” jelas Amran.
Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan fondasi ekonomi masyarakat agar dapat kembali mandiri dan produktif.
Dengan dukungan pemerintah, percepatan distribusi bantuan, serta pemanfaatan platform digital oleh pelaku UMKM, proses kebangkitan ekonomi di wilayah terdampak bencana Sumatera diharapkan terus berlanjut menuju pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif.(Red)*
Komentar