“Jakarta sedang bergerak menjadi kota global. Karena itu, kemajuan Jakarta tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diikuti kualitas manusia, karakter, moral, dan kehidupan sosial yang baik,” ujarnya.
Karena itu, Pramono berharap FUHAB dapat terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa pesan yang menyejukkan. Organisasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat.
“Saya berharap FUHAB bisa terus hadir dekat dengan masyarakat, memberikan pembinaan yang menyejukkan, merawat persaudaraan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di Jakarta,” kata Pramono.
Pemprov DKI Siap Perkuat Kolaborasi
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan FUHAB dan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan perkembangan Jakarta tetap berjalan dengan mengedepankan keamanan, toleransi, serta nilai-nilai sosial dan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Pemprov DKI siap memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Jakarta yang maju, aman, toleran, dan bermartabat, tanpa meninggalkan nilai agama, budaya, dan kearifan lokal,” pungkas Pramono.
Pelantikan sekitar 1.500 pengurus FUHAB tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan pemerintah dalam menjaga kehidupan sosial Jakarta yang harmonis di tengah perubahan kota menuju pusat kegiatan global.(*/hel)
Komentar