Seputarpublik.com || LEBAK BANTEN — Sebanyak 407 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Lebak Tahun 2026.
Pelaksanaan O2SN tingkat kabupaten berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan pelajar dari berbagai sekolah. Dari total peserta, sebanyak 261 siswa berasal dari jenjang SD, sementara 148 peserta lainnya merupakan siswa tingkat SMP.
Ajang O2SN mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak karena dinilai menjadi salah satu sarana penting dalam pembinaan prestasi non-akademik siswa.
Selain menjadi kompetisi olahraga antarpelajar, kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet muda potensial yang mampu membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengatakan bahwa kegiatan O2SN dapat mendorong pengembangan potensi siswa di luar bidang akademik.
Menurutnya, prestasi yang diraih dalam ajang seperti O2SN juga dapat memberikan manfaat besar bagi masa depan pendidikan para pelajar.
“Prestasi non-akademik bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pendaftaran siswa baru, baik dari SD ke SMP, SMP ke SMA, hingga saat mendaftar ke perguruan tinggi,” kata Hasbi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, menjelaskan bahwa O2SN Tahun 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga, di antaranya catur, panjat tebing, bulu tangkis, renang, pencak silat, dan senam.
Menurut Doddy, melalui kegiatan tersebut diharapkan muncul bibit-bibit atlet muda berbakat yang dapat dibina secara berkelanjutan.
“Kami berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet potensial yang dapat terus dikembangkan sehingga mampu berprestasi dan membawa nama baik Kabupaten Lebak di berbagai kejuaraan,” ujarnya.
Pelaksanaan O2SN tahun ini juga disambut antusias oleh para peserta, guru pendamping, serta orang tua siswa.
Selain menjadi ajang kompetisi, O2SN turut menjadi wadah untuk mempererat semangat sportivitas, kebersamaan, dan motivasi berprestasi di kalangan pelajar Kabupaten Lebak.
*Penulis: AN