Beranda
Seputar Publik / Berita

Abah Anton Charliyan: Jejak Panjang dari Reserse, Kapolda Jabar hingga Pengabdian Budaya Sunda

Lulusan Akpol 1984 ini pernah menjabat Kadiv Humas Polri dan Kapolda Sulawesi Selatan sebelum memimpin Polda Jawa Barat; pada 2026 dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat.
Irjen Pol. (Purn.) Anton Charliyan atau Abah Anton, dari perjalanan panjang di institusi Polri hingga dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat periode 2026/2027. Irjen Pol. (Purn.) Anton Charliyan atau Abah Anton, dari perjalanan panjang di institusi Polri hingga dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat periode 2026/2027.

Seputarpublik.com || BANDUNG – Nama Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., yang akrab disapa Abah Anton, memiliki perjalanan panjang di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kariernya berawal dari fungsi reserse dan berkembang melalui berbagai jabatan kepolisian, termasuk jabatan kewilayahan, Kepala Divisi Humas Polri, Kapolda Sulawesi Selatan hingga Kapolda Jawa Barat.

Setelah memasuki masa purnatugas, aktivitas pengabdiannya berlanjut di ruang sosial dan kebudayaan. Pada 2026, Anton ditetapkan sebagai Ketua Umum merangkap anggota Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat periode 2026/2027 berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat Nomor 430/Kep.120-Disparbud/2026.

Dari Akpol 1984 Menapaki Dunia Reserse

Anton merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1984. Dalam perjalanan pendidikannya, ia juga mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan kepolisian, antara lain PTIK, Sespim, Sespati, dan Lemhannas.

Karier awal Anton banyak bersentuhan dengan fungsi reserse. Pengalaman tersebut kemudian membawanya terlibat dalam penanganan sejumlah perkara yang mendapat perhatian publik.

Pikiran Rakyat mencatat keterlibatan Anton dalam pengusutan kasus Marsinah pada 2000 dan perkara Munir ketika bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya. Pada 2003, Anton juga bertugas di Bareskrim Polri sebagai Kanit III Direktorat I Keamanan dan Kejahatan Transnasional.

Sumber yang sama mencatat Anton telah menduduki 27 posisi jabatan sepanjang kariernya di kepolisian, dengan jabatan terakhir sebagai Wakalemdiklat Polri.

Menjadi Kadiv Humas Polri

Salah satu fase penting dalam perjalanan karier Anton terjadi ketika ia dipercaya menjabat Kepala Divisi Humas Polri.

ANTARA mencatat Anton secara resmi menjabat Kadiv Humas Polri pada Maret 2015, setelah sebelumnya bertugas sebagai Karobindiklat Lemdikpol.

Pengalaman di bidang reserse dan komunikasi publik kemudian menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan kepala kepolisian daerah.

Anton kemudian menjabat Kapolda Sulawesi Selatan sebelum ditugaskan memimpin Polda Jawa Barat.

Memimpin Polda Jawa Barat

Pada Desember 2016, Anton resmi menjadi Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol. Bambang Waskito. Sebelumnya, Anton juga pernah bertugas sebagai Kapolwil Priangan sehingga wilayah Jawa Barat bukanlah lingkungan yang sepenuhnya baru baginya.

Saat menerima amanah tersebut, Anton menyatakan akan melanjutkan program kerja yang telah berjalan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Barat.

Dalam kepemimpinannya di Polda Jabar, salah satu pendekatan yang dikenalkan adalah konsep PDLTT, yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, Terstruktur dan Terukur.

Memperkuat Kemitraan Polisi dan Masyarakat

Salah satu bagian dari perjalanan Anton di Jawa Barat adalah upaya membangun hubungan antara kepolisian dan berbagai unsur masyarakat.

Pada 2017, Polda Jabar memberikan penghargaan Honorary Police kepada sejumlah tokoh Jawa Barat dari berbagai unsur, termasuk pemerintahan, TNI, kejaksaan, peradilan, agama, adat, pendidikan, pemuda dan media.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan Anton ketika memimpin Polda Jabar, terutama dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.

Penanganan Peristiwa Bom Cicendo

Pada masa Anton menjabat Kapolda Jabar, Bandung menghadapi peristiwa bom panci di kawasan Cicendo pada Februari 2017.

Sebagai Kapolda, Anton menjadi salah satu pejabat yang memberikan keterangan terkait penanganan perkara tersebut. Dalam perkembangan penanganannya, Polda Jabar juga memberikan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi.

Dokumentasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 35 personel Polda Jabar menerima penghargaan terkait penanganan kasus bom panci Cicendo.

Tanda Jasa dalam Pengabdian di Polri

Perjalanan kedinasan Anton juga ditandai dengan sejumlah penghargaan.

Pikiran Rakyat mencatat beberapa di antaranya adalah:

- Satyalancana Dwidja Sistha – 2014;

- Bintang Bhayangkara Nararya – 2014;

- Bintang Bhayangkara Pratama – 2016.

Penghargaan tersebut merupakan bagian dari catatan formal perjalanan pengabdiannya selama berada di institusi Polri.

Dari Kepolisian ke Ruang Kebudayaan

Setelah mengakhiri karier di kepolisian, Anton memasuki fase baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Perhatian terhadap budaya Sunda semakin terlihat dalam aktivitas publiknya. Pada 2026, Anton ditetapkan sebagai Ketua Umum merangkap anggota Majelis Adat Sunda Jawa Barat periode 2026/2027 melalui SK Gubernur Jawa Barat Nomor 430/Kep.120-Disparbud/2026 yang diterbitkan pada 6 Maret 2026.

MASDA memiliki sejumlah tugas terkait pelestarian budaya dan adat, termasuk menampung aspirasi masyarakat adat, melakukan koordinasi dengan masyarakat adat, serta merumuskan rekomendasi berkaitan dengan pelestarian adat.

Penguatan Kampung Adat

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua MASDA, Anton pada 2026 juga menyampaikan perhatian terhadap penguatan kampung adat sebagai bagian dari agenda pelestarian budaya Sunda.

Sejumlah pemberitaan mengenai penetapan tersebut menyebut penguatan budaya dari tingkat masyarakat dan kampung adat menjadi bagian dari arah kegiatan MASDA Jawa Barat.

Peran tersebut menjadi fase berbeda dalam perjalanan Anton setelah puluhan tahun berada di lingkungan kepolisian.

Dua Fase Perjalanan Pengabdian

Jika dipetakan berdasarkan perjalanan kariernya, rekam jejak Anton Charliyan dapat dilihat melalui dua fase besar.

Pertama, fase Bhayangkara. Dimulai dari Akpol 1984, berkembang melalui fungsi reserse, berbagai jabatan kewilayahan dan Mabes Polri, kemudian Kadiv Humas Polri, Kapolda Sulawesi Selatan hingga Kapolda Jawa Barat.

Kedua, fase pengabdian sosial dan budaya. Setelah purnatugas, Anton terlibat dalam aktivitas sosial dan politik, kemudian semakin aktif dalam kegiatan kebudayaan hingga dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat.

Dengan demikian, perjalanan Anton mencakup berbagai ruang pengabdian, mulai dari tugas kepolisian dan keamanan hingga kegiatan sosial, adat dan kebudayaan.

Tujuh Catatan dalam Rekam Jejak Anton Charliyan

1. Lulusan Akpol 1984 dan menempuh berbagai pendidikan pengembangan kepolisian.

2. Memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, termasuk menangani sejumlah perkara yang mendapat perhatian publik.

3. Menduduki 27 posisi jabatan dalam karier Polri, menurut catatan Pikiran Rakyat.

4. Pernah dipercaya sebagai Kadiv Humas Polri dan Kapolda Sulawesi Selatan.

5. Pernah memimpin Polda Jawa Barat pada 2016–2017.

6. Menerima sejumlah tanda jasa kepolisian, termasuk Bintang Bhayangkara Nararya dan Bintang Bhayangkara Pratama.

7. Pada 2026 ditetapkan sebagai Ketua Umum merangkap anggota Majelis Adat Sunda Jawa Barat periode 2026/2027.

Kini, Anton Charliyan berada pada fase berbeda dalam perjalanan pengabdiannya. Setelah purnatugas dari kepolisian, ruang aktivitasnya berlanjut melalui masyarakat, adat dan kebudayaan Sunda.

*(Redaksi)