Seputarpublik.com, KOTA BEKASI - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau pembangunan Playover Bulak Kapal di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026).
Sebelum meninjau Playover Bulak Kapal Menko AHY terlebih dahulu meninjau Jembatan Kemang Pratama di Bekasi Selatan yang telah selesai diperbaiki dan dibuka kembali sejak 19 Agustus 2026. sebelumnya jembatan tersebut ambles dan terputus akibat banjir pada 6 Maret 2025.
Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan Flyover Bulak Kapal merupakan kebutuhan mendesak mengingat tingginya intensitas mobilitas kendaraan dan perjalanan kereta api di kawasan tersebut.
“Setiap lima menit KRL lewat. Jadi, ini isu yang sudah lama, ketika traffic akan sangat terdampak oleh mobilitas kereta, yang itu juga digunakan secara masif oleh masyarakat kita untuk melakukan perjalanan setiap hari," ujarnya.
Oleh karena itu, solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa sekaligus mengurai bottleneck atau kemacetan yang ada di Bulak Kapal ini perlu dibangun flyover,” ujar AHY menambahkan.
Menurut AHY, pembangunan flyover diharapkan mampu mempersingkat waktu perjalanan masyarakat, baik pengguna kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan angkutan barang.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi.
“Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat," ujar Tri
Kami ingin memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga,” Tambah Tri.
Pembangunan Playover Bulak Kapal berdasarkan perencanaan, kebutuhan anggaran pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp126 miliar yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi. Sementara itu, pembangunan fisik flyover diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp186 miliar.
Flyover tersebut direncanakan memiliki panjang kurang lebih 500 meter dengan desain yang memperhatikan standar keselamatan dan ketentuan teknis dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk ketinggian ruang bebas atau clearance sekitar 7,5 meter untuk menjamin keamanan operasional perkeretaapian.
Terkait pembebasan lahan, dari total 76 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 40 bidang telah dinyatakan selesai, sedangkan 36 bidang lainnya masih dalam proses penyelesaian pembayaran. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan proses tersebut dapat dituntaskan pada November 2026.
“Untuk pembebasan lahan, kami terus melakukan koordinasi dan percepatan bersama seluruh pihak terkait. Kami berharap seluruh proses dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik Flyover Bulak Kapal dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan,” tambah Tri Adhianto.
Pembangunan flyover direncanakan mulai memasuki tahap pelaksanaan pada awal November 2026 melalui penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK). Waktu pelaksanaan diperkirakan selama 16 bulan dengan target penyelesaian pada triwulan pertama tahun 2028.
AHY menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus mengawal proses pembangunan tersebut bersama pemerintah daerah.
“Pendek kata, kesimpulannya adalah ini harus segera kita bangun karena memang sangat dibutuhkan oleh warga untuk keselamatan, untuk produktivitas ekonomi, dan untuk kenyamanan kita semuanya. Mohon doanya mudah-mudahan bisa segera kita hadirkan untuk masyarakat Bekasi,” tegas AHY.
Tri Adhianto berharap pembangunan Flyover Bulak Kapal menjadi salah satu langkah strategis dalam mengatasi persoalan kemacetan dan meningkatkan keselamatan transportasi di Kota Bekasi.
“Harapan kami, pembangunan ini nantinya tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ini merupakan kebutuhan bersama yang harus kita kawal agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga Kota Bekasi,” tutupnya.
(*/AZ)