Seputar Publik / Politik

Akademisi Sebut Koalisi Pilpres Alami Kebuntuan

“Dukungan Pak Jokowi terhadap bacapres tertentu bahkan hingga posisi Kaesang, anak Pak Jokowi, memutuskan sebagai anggota PSI dikait-kaitkan dengan arah ‘endorsement’ Pak Jokowi,” kata Aditya yang juga Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting.

Selain itu, ujarnya, percepatan jadwal pendaftaran capres dan pelaksanaan pilkada terkesan tidak terlepas dari spekulasi.

Sementara, sebagian besar pimpinan elite parpol berkehendak untuk menyelesaikan pilpres dalam satu putaran demi efektifitas dan efisiensi pemilu serentak.

“Artinya, belum ada titik temu yang memuaskan para elite politik dari semua skenario ataupun simulasi yang dikehendaki karena berlawanan dengan suara publik yang tercermin dari berbagai hasil survei elektabilitas para bacapres yang berkembang selama ini,” katanya.

Akibat dari stagnan pembentukan koalisi, tambah dia, terlihat jelas sebagian besar elite partai politik cenderung bersikap melihat perkembangan, tidak agresif untuk melakukan manuver dalam pembentukan koalisi, dan seakan menunggu atau bermain aman dalam pencalonan pilpres sehingga publik hanya diminta mengikuti pertunjukan yang sedang dimainkan para elite.

Padahal, katanya, publik yang dimaksud adalah pemilih yang dapat menentukan arah permainan elite. Publik pula yang saat ini tidak sepenuhnya mengikuti irama dan skenario yang diinginkan elite dalam upaya mendorong satu putaran pilpres.

“Kita berharap ada kejutan-kejutan yang lebih baik agar ada upaya memecahkan kebuntuan koalisi agar publik memiliki banyak pilihan yang variatif dalam koalisi pilpres mendatang,” ujarnya.

Tulis Komentar

Komentar