Dalam orasinya, mereka menyoroti 24 masalah struktural agraria di Indonesia, mulai dari ketimpangan penguasaan tanah, dominasi korporasi, hingga lemahnya perlindungan terhadap petani. Massa juga menyampaikan 9 tuntutan utama, antara lain:
- Realisasi reforma agraria sejati,
- Revisi regulasi yang dinilai merugikan, serta
- Pembentukan Dewan Nasional Reforma Agraria.
Aksi Hari Tani Nasional tahun ini menegaskan bahwa, perjuangan petani bukan sekadar ritual tahunan, melainkan gerakan jangka panjang untuk mendorong keadilan agraria, demokrasi yang inklusif, serta kelangsungan pangan nasional.
Sementara Polda Metro Jaya menurunkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan aksi. Penutupan sementara Jalan Gatot Subroto menuju Kompleks Parlemen menyebabkan kepadatan lalu lintas di kawasan Patung Kuda hingga Slipi. Namun, rekayasa lalu lintas berjalan lancar tanpa insiden berarti.
Menjelang sore, massa mulai membubarkan diri secara tertib. Sejumlah bus menerima peserta aksi yang berasal dari luar Jakarta.
Atribut unjuk rasa dirapikan, sementara arus lalu lintas di sekitar DPR kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari arah Semanggi maupun Slipi. (***).
Komentar