Setiap anak mendapat celengan unik, buku tabungan sederhana, serta uang Rp5.000 sebagai modal awal menabung. Mereka tampak antusias saat mewarnai celengan, lalu dengan bangga menuliskan transaksi pertama mereka di buku tabungan yang telah didesain khusus oleh mahasiswa Universitas YARSI.
“Kami ingin anak-anak terbiasa disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola uang, walaupun sederhana. Dari kebiasaan kecil ini, mereka bisa belajar untuk meraih cita-cita di masa depan,” ujar Imelda Sari, salah satu dosen pendamping.
Apresiasi dari TPA An-Najwa
Kepala TPA An-Najwa, Ibu Saidah, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Pasalnya Selama ini belum pernah ada perguruan tinggi yang hadir berbagi ilmu di sekitar TPA kami. Anak-anak biasanya hanya belajar agama, tapi hari ini mereka belajar cara mengatur uang dengan menyenangkan.
"Kami berharap Universitas YARSI bisa lebih sering datang, bahkan membuat pelatihan untuk ibu-ibu, remaja, dan UMKM di sekitar sini,” ujarnya penuh harap.
Kebiasaan Baik yang Terus Dipantau
Tak berhenti di hari itu saja, Universitas YARSI akan memantau perkembangan tabungan anak-anak selama tiga bulan ke depan. Dari situlah akan terlihat sejauh mana mereka mampu menjaga kebiasaan menabung dan mencatat keuangan secara konsisten.
Bekal Finansial untuk Masa Depan
Program GEMBUNG dan GENCAT sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Harapannya, anak-anak tidak hanya tumbuh cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kecakapan finansial sebagai bekal menghadapi masa depan.
Di balik tangan-tangan mungil yang memegang celengan sederhana itu, tersimpan harapan besar: lahirnya generasi yang disiplin, hemat, dan bijak dalam mengelola uang sejak dini.
(*/Hel)
Komentar