Seputarpublik.com, Jakarta — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memaparkan rencana besar perseroan dalam Public Expose 2025 yang digelar secara daring, pada Rabu (3/12/2025). Dalam paparan tersebut, manajemen menegaskan bahwa Ancol bersiap melakukan reklamasi lahan seluas 65 hektare, yang akan menjadi fondasi ekspansi kawasan wisata dan properti dalam beberapa tahun ke depan.
Direktur Utama PJAA, Winarto menjelaskan bahwa reklamasi ini sudah mendapatkan izin dan persetujuan pemegang saham, dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp 2,5–3 triliun. Proses reklamasi ditargetkan mulai berjalan pada kuartal I tahun 2026.
“Lahan reklamasi ini akan menjadi pengungkit pertumbuhan Ancol di masa depan. Sebagian area juga akan dipersiapkan untuk mendukung pembangunan Depo MRT Jakarta Fase 2B,” ujar Winarto
||Baca Juga: "Rayakan Hari Guru 2025, Ancol Bagikan 2.025 Tiket Gratis! Catat Syarat dan Cara Daftarnya”
Selain mendukung infrastruktur publik, lahan baru tersebut akan dikembangkan untuk kawasan komersial, properti tematik, dan ruang publik baru yang dirancang menjadi ikon destinasi modern di Jakarta Utara. PJAA mengungkapkan bahwa minat investor terhadap proyek ini cukup tinggi. Hingga kini, sekitar 10 calon mitra strategis dari Korea, Jepang, Uni Emirat Arab, China, hingga Spanyol telah melakukan penjajakan.
Di sisi kinerja, manajemen menyampaikan bahwa hingga Oktober 2025, PJAA membukukan laba bersih Rp 74,01 miliar. Angka ini masih lebih rendah dibanding tahun sebelumnya akibat meningkatnya biaya operasional dan perawatan, serta penurunan jumlah kunjungan di beberapa periode. Hingga Oktober 2025, pendapatan perseroan tercatat Rp 902,72 miliar, sementara total aset berada di kisaran Rp 3,44 triliun.
||Baca Juga: "Ancol Suguhkan Parade Hari Pahlawan Penuh Warna, Angkat Identitas dan Budaya Jakarta"
Meski begitu, PJAA tetap optimistis menutup tahun dengan perbaikan kinerja. Perusahaan menargetkan pendapatan hingga Rp 1,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 100 miliar pada akhir 2025.
“Kami melihat peluang pertumbuhan yang kuat di 2026, terutama dari segmen properti dan perluasan kawasan. Reklamasi menjadi momentum bagi Ancol untuk memperkuat posisi sebagai destinasi wisata dan kawasan komersial terintegrasi,” jelasnya.
Analis pasar juga menilai ekspansi lahan Ancol berpotensi memberikan nilai jangka panjang bagi perseroan, terutama jika berhasil memonetisasi area baru secara optimal. Dengan dukungan proyek reklamasi dan meningkatnya minat investor, PJAA diyakini memiliki ruang pertumbuhan yang besar di tahun mendatang.(*/hel)