"Kehadiran Gerbang Ancol–JIS adalah jawaban atas kebutuhan integrasi kawasan yang telah lama menjadi bagian dari visi pengembangan Jakarta Utara. Ancol tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga bertransformasi menjadi bagian dari ekosistem kota yang menghubungkan aktivitas rekreasi, olahraga, budaya, dan mobilitas masyarakat," ujar Syahmudrian.
Menurutnya, konektivitas antara Ancol, JPO Bersama BTN, dan Stasiun KRL JIS akan menghadirkan perjalanan yang lebih mudah, aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan kebutuhan lahan parkir, khususnya saat berlangsung kegiatan berskala besar di Jakarta International Stadium.
Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan Gerbang Ancol–JIS juga diyakini akan memperkuat posisi Jakarta Utara sebagai pusat aktivitas olahraga, pariwisata, edukasi, dan hiburan yang saling terkoneksi. Infrastruktur baru ini sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di kawasan tersebut.
Syahmudrian menegaskan bahwa Gerbang Ancol–JIS merupakan simbol sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan kota yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Momentum ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Jakarta 500 Tahun dengan menghadirkan sistem transportasi, ruang publik, dan destinasi yang semakin terintegrasi.
Ke depan, Ancol menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai mitra strategis guna menghadirkan inovasi kawasan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota destinasi kelas dunia.(*/hel)
Komentar