Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

ARH : Jawa Punya Diponegoro, Sumbar Punya Imam Bonjol, Aceh Punya Cut Nyak Dien, Bekasi Punya KH. Noer Ali Yang Dibanggakan

Inisiator Tabur Bunga Sasak Kapuk Arif Rahman Hakim (ketiga dari kiri) bersama penggerak Muhaimin Zawir dan Lukman Hakim di acara tabur bunga sasak Kapuk, Senin (17/8/2026) Inisiator Tabur Bunga Sasak Kapuk Arif Rahman Hakim (ketiga dari kiri) bersama penggerak Muhaimin Zawir dan Lukman Hakim di acara tabur bunga sasak Kapuk, Senin (17/8/2026)

Seputarpublik.comKota Bekasi - Inisiator sekaligus penggerak pembuka kunci sejarah Sasak Kapuk anggota DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, menegaskan, generasi penerus bangsa, terutama warga Bekasi harus berterima kasih kepada pahlawan nasional KH. Noer Alie atas perjuangannya mempertahankan kemerdekaan meski bertaruh nyawa.

"Jadi sudah selayaknya generasi penerus Bekasi berterima kasih kepada KH. Noer Alie dan pasukannya karena berkat andil perjuangan beliau kita bisa menghirup udara merdeka hingga saat ini," ucapnya saat menyampaikan sambutan dalam acara tabur bunga Sasak Kapuk, Senin (17/8/2026).

Arif melanjutkan, hari ini yang kedua setelah 81 tahun Indonesia merdeka kita melaksanakan doa dan tabur bunga mengenang perjuangan KH.Noer Alie bersama pasukannya bertempur melawan sekutu mempertahankan kemerdekaan di Sasak Kapuk.

"Pada tahun 2025 telah kita buka kunci sasak kapuk dan pada tahun 2026 ini kita buka kembali agar generasi penerus bangsa bisa mengingat betapa heroiknya para pejuang bangsa dipimpin Kh. Noer Alie bersama pasukannya laskar hizbulloh menyelamatkan bangsa ini, khususnya Bekasi," tuturnya.

Karena itu Arif meminta generasi penerus Bangsa bersyukur kepada KH. Noer Alie atas perjuangannya. Salah satunya melakukan doa dan tabur bunga di Kali Sasak Kapuk salah satu tempat yang paling heroik dalam sejarah perjuangan kemerdekaan negara kita karena banyaknya korban dari pejuang kita yang menjadi syuhada di Sasak Kapuk ini.

'Rakyat Jawa bangga dengan pahlawan Pangeran Dipoegoro, Rakyat Sumatera Barat bangga dengan pahlawan Tuanku Imam Bonjol, rakyat Sumatera Utara bangga dengan pahlawan Sisingamaraja, rakyat aceh bangga dengan pahlawan Cut Nyak Dien, rakyat Bekasi bangga dengan pahlawan KH. Noer Alie, saya bersama teman-teman tak bisa tidur kalau acara ini belum terlaksana," ucapnya.

Karena itu atas terlaksananya acara ini Arif mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak andil membantu menyukseskan acara pada hari ini, terutama kepada Wali Kota Bekasi beserta jajaran Pemkot Bekasi, BUMD BUMD yang ada di Kota Bekasi dan perusahaan perusahaan yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Terkait pembangunan monumen, Arif juga mengucapkan syukur alhamdulillah Pemerintah Kota Bekasi telah merespon keingginan warga Bekasi untuk membangun monumen Sasak Kapuk sebagai pengingat sejarah perjuangan KH. Noer Alie di Sasak Kapuk.

"Meski pembangunannya tertunda karena berbarengan dengan proyek nasional pembangunan MRT dilokasi itu dan baru bisa dilaksanakan tahun 2027, kita ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto," pungkas Arif.

Berdasarkan catatan sejarah, tragedi pertempuran Sasak Kapuk terjadi pada tanggal 29 November 1945, ketika Laskar Rakyat dan pasukan hizbulloh pimpinan KH Noer Ali bersama pasukan TKR pimpinan M. Hasibuan berjuang menggempur tentara sekutu yang hendak masuk ke Bekasi.

Karena sulitnya menembus pertahanan rakyat dipimpin KH. Noer Alie dan TKR pimpinan M. Hasibuan di daerah Pondok Ungu tentara sekutu akhirnya terdesak sampai menuju kali Sasak Kapuk.

Tentara sekutu akhirnya menurunkan peralatan perang canggih dalam jumlah besar pada 13 Desember 1945, hingga berhasil memporak porandakan pasukan Hizbulloh pimpinan KH. Noer Alie.

Dalam peristiwa itu banyak pejuang dari pasukan Hizbulloh yang gugur sebagai syuhada dan Bekasi pun berhasil dikuasai tentara sekutu dan menjadikannya menjadi lautan api.

Setelah puluhan tahun berlalu sejarah perjuangan Sasak Kapuk terkunci dan terlupakan. Akhirnya pada HUT RI Ke 80 tanggal 17 Agustus 2025 kunci sejarah Sasak Kapuk untuk pertama kalinya berhasil dibuka dengan dimotori tiga putra daerah Kaliabang yakni, Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim, Tokoh Masyarakat Lukman Hakim alias Alex Ziblo dan Muhiamin Zawir dibantu Anggota DPRD Kota Bekasi H. Suryo Harjo dan Rudy Heryansyah.

Pada momen HUT Kemerdekaan RI Ke 80 tanggal 17 Agustus 2026 ini kunci sejarah Sasak Kapuk kembali dibuka sebagai bagian dari napak tilas perjuangan rakyat Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan 

(Ahmad Zarkasi)


‎