Terkait dinamika politik, Fauzi menegaskan bahwa perubahan merupakan hal wajar. Namun ia menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak bertumpu pada satu figur.
“Permata MHT tidak membutuhkan supermen. Yang kita butuhkan adalah kekompakan para pengurus. Permata MHT harus menjadi jaringan yang kuat bagi orang Betawi, dan mampu mengambil keputusan bersama pemerintah sebagai mitra yang mewakili warga Betawi,” katanya. Ia juga menambahkan pentingnya menghidupkan kembali peran aktif kaum perempuan di lingkungan Permata MHT, sebagaimana di masa lalu.
Fauzi berharap Mubes 2025 dapat melahirkan pemimpin yang solid serta keputusan strategis bagi keberlanjutan organisasi dan kontribusinya terhadap masyarakat Betawi.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Fauzi menerima secara simbolis dummy buku sejarah perjalanan Permata MHT selama 50 tahun, yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.
Hadir dalam acara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI, Bang Haidir; perwakilan Dinas Pendidikan, Rusmantoro; perwakilan Bamus Suku Betawi 1982, M. Ikhsan; serta dari Kesbangpol, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Kemasyarakatan yang diwakili oleh Mazhar Setiabudi dan Eli Ezer. (hel)
Komentar