Sementara itu, Hendry Ch Bangun, salah satu penggagas FWK sekaligus mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022, menilai kehadiran Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily dalam Rakernas sejalan dengan visi organisasi.
“FWK berupaya menyatukan profesionalisme kewartawanan dengan etika kebangsaan,” ujar Hendry.
Gubernur Lemhannas Tekankan Pers Kritis dan Independen

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, menegaskan pentingnya pers yang kritis, independen, profesional, dan berintegritas untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan geopolitik, disrupsi informasi, hoaks, dan ujaran kebencian.
“Kita perlu membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa, independen, profesional, dan berintegritas,” kata Ace dalam Rakernas FWK, Sabtu (24/10/2026).
Ia menekankan bahwa semangat kebangsaan tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kritik. Kritik yang berlandaskan fakta justru diperlukan untuk mengoreksi kekeliruan dan memperkuat kualitas pengambilan keputusan.
Komentar