Haji Abdul Syukur, perwakilan insan pers yang hadir, menyambut baik kegiatan silaturahmi ini sebagai bentuk keterbukaan Korem terhadap media. Para wartawan menilai inisiatif ini menunjukkan keseriusan TNI untuk menjalin komunikasi dua arah yang sehat dan konstruktif.
"Silaturahmi ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud nyata bahwa Korem 162/WB menghargai peran media sebagai pilar demokrasi dan mitra pengawasan publik," ujarnya.
Media juga berkomitmen menyajikan informasi yang tidak hanya cepat dan faktual, tetapi juga edukatif dan mendorong semangat kebangsaan; terutama dalam menghadapi tantangan disinformasi dan hoaks yang marak di era digital.
Strategi Komunikasi Publik Jangka Panjang
Kegiatan ini bukan sekadar temu kangen, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik yang dijalankan Korem 162/WB untuk menciptakan kondusifitas wilayah NTB. Media dinilai sebagai mitra utama dalam menyuarakan pesan-pesan damai, semangat gotong royong, serta mendukung program-program pembangunan TNI di daerah.
Danrem menekankan bahwa silaturahmi ini akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai investasi sosial jangka panjang dalam membangun NTB yang aman, sejahtera, dan maju.
"Dengan dukungan media, kami yakin segala bentuk program pembangunan dan pengamanan wilayah akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat luas," pungkasnya.
(Dani Sosal)
Komentar