Seputar Publik / Berita

Bukber 100 Sanggar Betawi, Di LKB: Budaya Betawi Harus Jadi Etalase Jakarta

LKB kumpulkan 100 sanggar seni Betawi dalam buka puasa bersama sebagai langkah konsolidasi budaya menjelang perayaan 500 tahun Jakarta serta penguatan identitas Betawi sebagai wajah utama kebudayaan ibu kota
Lembaga Kebudayaan Betawi menggelar buka puasa bersama 100 sanggar seni di Jakarta Selatan sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi pelaku seni Betawi dalam memperkuat identitas budaya menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Selasa, (17/3/2026). Lembaga Kebudayaan Betawi menggelar buka puasa bersama 100 sanggar seni di Jakarta Selatan sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi pelaku seni Betawi dalam memperkuat identitas budaya menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Selasa, (17/3/2026).

Ketua Umum LKB H. Beky Mardani mengajak para pelaku seni Betawi untuk terus meningkatkan kreativitas dan produktivitas karya dalam menyongsong Jakarta 500 tahun sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya.

“Budaya Betawi harus menjadi cover atau etalase depan Jakarta. Ini sejalan dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang selalu menegaskan bahwa budaya Jakarta pada intinya adalah budaya Betawi. Betawi harus menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri,” kata Beky dalam sambutannya.

Beky menilai pemajuan budaya Betawi saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan sekaligus peluang. Sebagai kota yang berkembang menjadi pusat budaya dan ekonomi, Jakarta dinilai akan membuka ruang yang semakin luas bagi tampilnya karya-karya terbaik para seniman.

Namun, di sisi lain para pelaku seni juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas karya serta profesionalitas agar mampu bersaing dengan perkembangan zaman.

Menurut Beky, salah satu tantangan besar dalam pemajuan budaya Betawi adalah perubahan tata ruang Jakarta yang menyebabkan banyak kampung Betawi semakin terpinggirkan. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada keberlangsungan seni dan tradisi Betawi.

Karena itu, ia menilai diperlukan dukungan regulasi serta pembentukan ekosistem yang kuat untuk memajukan budaya Betawi.

“Ekosistem ini penting agar mampu meningkatkan indeks pemajuan budaya Betawi, khususnya pada aspek ekspresi budaya dan ekonomi budaya,” ujarnya.

Tulis Komentar

Komentar