Seputar Publik / Berita

Dailami Firdaus Usulkan Revisi Pergub Abang None Jakarta, Marwah Budaya Betawi Jadi Sorotan

Dalam diskusi budaya di Bekasi, sejumlah tokoh mengusulkan evaluasi aturan Abang None Jakarta, mulai dari penguatan nilai adat, agama, dan adab hingga peningkatan keterwakilan masyarakat Betawi dalam dewan juri.
Senator DPD RI Dailami Firdaus bersama tokoh dan budayawan Betawi mendorong evaluasi penyelenggaraan Abang None Jakarta. Usulan revisi Pergub Nomor 30 Tahun 2010 mengemuka untuk memperkuat nilai budaya dan identitas Betawi di Ibu Kota. Senator DPD RI Dailami Firdaus bersama tokoh dan budayawan Betawi mendorong evaluasi penyelenggaraan Abang None Jakarta. Usulan revisi Pergub Nomor 30 Tahun 2010 mengemuka untuk memperkuat nilai budaya dan identitas Betawi di Ibu Kota.

Seputarpublik.com || BEKASI, — Penyelenggaraan Abang None (Abnon) Jakarta dinilai perlu dievaluasi agar tetap berpijak pada akar budaya Betawi. Senator DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Profesor Dailami Firdaus, mengusulkan revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 30 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Abang dan None Jakarta.

Usulan tersebut mengemuka dalam Diskusi Budaya Menjaga Marwah Betawi bertajuk *Merawat Budaya Betawi, Menguatkan Esensi Abang None Jakarta* yang digelar di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026) malam.

Diskusi yang dihadiri akademisi, tokoh, ulama, dan budayawan Betawi itu membahas pentingnya memperkuat identitas budaya dalam penyelenggaraan Abnon Jakarta, termasuk melalui penyempurnaan regulasi yang telah berlaku sejak 2010.

Dailami menegaskan, usulan revisi bukan berarti aturan yang berlaku saat ini tidak baik. Menurutnya, penyempurnaan diperlukan agar ketentuan penyelenggaraan Abnon lebih relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

Tulis Komentar

Komentar