Bagi Perguruan Attaqwa, kolaborasi ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, tetapi bagian dari strategi membangun sistem pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar nilai yang menjadi fondasinya.
Belajar dari Muhammadiyah: Menguatkan Sistem, Menjaga Nilai
Dalam tausiah kebangsaan, Ma’mun Murod menegaskan pentingnya belajar dari pengalaman Muhammadiyah dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kemampuannya menjadikan pendidikan sebagai sistem yang hidup—yang tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga kokoh secara kelembagaan dan konsisten secara nilai.
Pandangan ini sejalan dengan arah pengembangan Perguruan Attaqwa yang saat ini mengelola ratusan satuan pendidikan dari berbagai jenjang. Dengan jumlah 172 satuan pendidikan, 6 pondok pesantren, dan 2 perguruan tinggi, Attaqwa menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat institusionalisasi pendidikan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Keterkaitan historis antara Attaqwa dan Muhammadiyah melalui figur KH. Noer Alie menjadi landasan penting dalam membangun kolaborasi yang lebih mendalam. Nilai bahwa amal usaha pendidikan adalah milik umat juga menjadi prinsip bersama yang memperkuat komitmen kedua lembaga dalam membangun pendidikan yang berdampak luas.
Halalbihalal ini menjadi momentum bagi Perguruan Attaqwa untuk tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga meneguhkan arah gerak pendidikan ke depan. Pimpinan Perguruan Attaqwa, KH. Irfan Mas’ud, menekankan bahwa seluruh kerjasama yang telah dibangun harus ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi umat.
Dengan berpijak pada warisan KH. Noer Alie dan diperkuat melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Perguruan Attaqwa meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membimbing, membentuk, dan mengabdi. Seperti yang ditandaskan oleh Pimpinan Perguruan, tujuan utamanya adalah dari Attaqwa untuk umat, dari pendidikan untuk peradaban.
(Red)
Komentar