Seputar Publik / Berita

Dari Bumi Cenderawasih, Kemenko Polkam Kawal Pemerataan Internet dan Transformasi Digital Papua Barat Daya.

Marsma TNI Agus Pandu Purnama Asst. Deputi koordinasi kominfo kemenko polkam dan Elisa Kambu S.Sos Gubernur Prov. Papua Barat Daya, (19/8/2025). Marsma TNI Agus Pandu Purnama Asst. Deputi koordinasi kominfo kemenko polkam dan Elisa Kambu S.Sos Gubernur Prov. Papua Barat Daya, (19/8/2025).

Telkomsel mencatat adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas bandwidth, sementara PLN menyatakan bahwa roadmap elektrifikasi sedang disusun dengan target lima tahun ke depan seluruh rumah tangga dapat menikmati listrik.

Langkah Strategi: Satelit Satria-1 dan Sinergi Multipihak

Dalam forum ini, Kemenkomdigi menegaskan peran penting Satelit Satria-1 untuk memperkuat layanan internet publik di sekolah, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, hingga titik-titik strategis lainnya di Papua Barat Daya.

APJII menambahkan bahwa meskipun tingkat penetrasi internet di provinsi ini sudah mencapai 71,1%, indeks daya saing digital masih tertinggal jauh (31,8% dibandingkan DKI Jakarta 78,2%). Oleh karena itu, kolaborasi multipihak antara pemerintah pusat, daerah, operator, dan asosiasi mutlak diperlukan untuk mempercepat transformasi digital.

Target nasional hingga tahun 2029 adalah 98% pemukiman terlayani 4G, perluasan fiber optik hingga 90% kecamatan, serta kecepatan internet minimal 100 Mbps. Pemerintah menegaskan bahwa Papua Barat Daya harus menjadi bagian dari lompatan digital tersebut.

Komitmen: Papua Barat Daya Bebas Blank Spot

Kemenko Polkam menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil rapat ini agar menjadi kebijakan nyata. Sinergi lintas sektor mulai dari penyediaan listrik, pengelolaan BTS, penguatan kapasitas bandwidth, hingga kolaborasi dengan operator akan menjadi fondasi utama memerdekakan Papua Barat Daya dari blank spot dan menjadikan simbol transformasi digital Indonesia di kawasan timur. ***

Tulis Komentar

Komentar