Seputar Publik Bogor, -- Ada sebuah kenangan yang tersimpan dalam DNA kita. Memori tentang aroma tanah basah setelah hujan, tentang rasa padi yang manis, dan tentang kehangatan api yang menari-nari di malam hari. Bagi para leluhur Sunda, api bukan sekedar penghangat atau penerang. Api adalah jiwa. Api adalah pengetahuan. Dalam tradisi "Para Seuneu", kita menemukan sebuah kejeniusan lokal yang begitu canggih, hingga ilmu pengetahuan modern pun harus berhenti dan memberi rasa hormat.
Bayangkan seorang nini atau aki di tengah sawah, dengan penuh hormat memegang seikat padi. Lalu, dengan ritual yang sakral, beliau mendekatkan padi itu kepada seuneu (api). Ini bukan pembakaran. Ini bukan merusak. Ini adalah sebuah proses penyempurnaan yang dirancang oleh alam bawah sadar kolektif yang memahami bahasa semesta.
Apa yang sebenarnya terjadi di balik ritual yang tampak sederhana ini?
Komentar