Syahrul Aidi juga mengkritisi kebijakan terbaru pemerintah Israel yang dinilai memperkeruh situasi, termasuk langkah mempersenjatai warga sipil dan regulasi yang berpotensi meningkatkan kekerasan terhadap warga Palestina.
“Israel telah mengganggu tatanan geopolitik, ekonomi, dan perdamaian dunia. Kami mengajak seluruh negara untuk bersatu menekan agar konflik tidak semakin meluas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran forum internasional seperti IPU dalam membangun solidaritas global guna mendorong penyelesaian konflik secara damai. DPR RI juga mengajak parlemen dunia untuk memperkuat diplomasi dan mengambil langkah konkret dalam menegakkan hukum internasional.
Partisipasi BKSAP DPR RI dalam Sidang IPU ke-152 ini merupakan bagian dari diplomasi parlemen Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia serta menyuarakan kepentingan nasional di tingkat global.
Forum ini sekaligus menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama antarparlemen dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk konflik bersenjata, krisis kemanusiaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kehadiran Indonesia, DPR RI berharap pesan perdamaian yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius dunia internasional dan mendorong langkah nyata untuk menghentikan konflik serta menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah.(red)*
Komentar