Dalam buku tersebut, Abdul Rivai Ras mengulas isu pangan secara komprehensif, mulai dari dampak perubahan iklim, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, hingga dinamika harga komoditas dunia. Berbagai faktor tersebut menunjukkan bahwa pangan tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan produksi, tetapi juga memiliki dimensi strategis yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi, sosial, dan pertahanan negara.
Menurutnya, memperkuat ketahanan pangan berarti sekaligus memperkokoh fondasi pertahanan nasional.
> "Ketahanan pangan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga penguatan industri, teknologi, inovasi, distribusi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," kata Abdul Rivai Ras.
Buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara juga mengangkat pentingnya membangun sistem pangan nasional yang tangguh, modern, adaptif, dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga riset, TNI, Polri, serta masyarakat.
Abdul Rivai Ras turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh penulis, editor, akademisi, praktisi, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku tersebut.
> "Sebuah bangsa membutuhkan sumber daya alam yang kuat sekaligus gagasan yang mampu mengarahkan pengelolaannya secara berkelanjutan. Buku ini diharapkan menjadi ruang dialog sekaligus referensi dalam memperkuat kebijakan pangan nasional," ujarnya.
Komentar