Dalam penyampaian materi, Nurlina juga mengutip pemikiran Kenneth Burke mengenai komunikasi sebagai sebuah drama. Dalam konteks public speaking, seorang pembicara perlu mampu membangun suasana dan menarik perhatian audiens agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Menurut Nurlina, mempertahankan perhatian audiens merupakan salah satu tantangan dalam public speaking.
Karena itu, seorang pembicara perlu menguasai materi, menghargai audiens, serta mampu mengendalikan suasana ketika menyampaikan pesan.
“Mempertahankan audiens adalah hal yang sulit, jadi menghargai itu adalah cara yang paling sederhana,” jelasnya.
Setelah mendapatkan materi, para siswa mengikuti sesi praktik. Latihan dilakukan melalui olah vokal dan pernapasan sebelum peserta mencoba tampil dan berbicara di hadapan orang lain.
Praktik tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenali kekurangan dalam cara berbicara sekaligus melatih keberanian dan kemampuan komunikasi.
Siswa Antusias Ikuti Praktik Public Speaking
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan setelah mengikuti workshop.
Komentar