Seputar Publik / Berita

Elon Musk: AI yang  Membuat Saya Stres

Elon Musk, miliuner pemilik Twitter. Elon Musk, miliuner pemilik Twitter.

Awal pekan ini, Musk mengonfirmasi lewat Twitter bahwa dia tengah merekrut tim ahli teknologi AI guna menciptakan kompetitor untuk ChatGPT berbasis teks yang dikembangkan OpenAI dengan dukungan Microsoft Corp, dan sistem-sistem serupa yang sedang dibuat Google Alphabet Inc, Meta Platforms Inc dan platform-platfporm teknologi besar lainnya.

Pada Desember 2022, Musk mencuit bahwa ChatGPT yang merupakan chatbot berbasis teks buatan OpenAI dan bisa menuliskan prosa, puisi, atau bahkan kode komputer sesuai perintah, adalah “luar biasa bagus. Kita tidak jauh dari AI yang sangat kuat namun berbahaya.”

Dia memperkuat pernyataan tentang kekhawatiran-kekhawatiran semacam itu di hadapan para analis Tesla pada Rabu (1/3).

“Saya agak mengkhawatirkan AI,” kata Musk di atas sebuah panggung di mana dia diapit oleh 16 eksekutif Tesla, termasuk kepala Autopilot.

“Kita membutuhkan semacam otoritas regulasi atau yang mengawasi pengembangan AI,” kata Musk.

“Pastikan AI bekerja demi kepentingan masyarakat. Ini teknologi yang cukup berbahaya. Saya khawatir saya mungkin sudah membuat sejumlah hal yang malah mempercepat perkembangannya,” lanjutnya.

Upaya Tesla dalam membuat mobil-mobilnya bisa jalan sendiri dengan aman sudah pasti merupakan AI yang bermanfaat, kata Musk.

“Saya tak tahu. Tesla tengah melakukan hal-hal baik dalam AI,” kata dia. Dia berhenti sejenak sebelum menghela nafas. “Yang satu ini membuat saya tres. Saya tak tahu harus berkata apa dalam soal ini.”

Tulis Komentar

Komentar