“Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan. Betawi bersatu, Jakarta maju. Insyaallah Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak dalam merawat budaya lokal.
Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Lebaran Betawi mengingatkan kita pada nilai saling memaafkan, berkunjung ke keluarga, hingga tradisi nyorog yang menjadi sarana menanamkan adab serta mempererat hubungan antargenerasi,” ujar Pramono.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendukung Lebaran Betawi sebagai agenda budaya berkelanjutan, dengan Lapangan Banteng sebagai salah satu lokasi ikonik penyelenggaraan.
Lebih lanjut, Pramono juga mengungkapkan capaian positif Jakarta dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menyebut, Jakarta saat ini tercatat sebagai salah satu kota teraman di kawasan Asia Tenggara, yang tidak terlepas dari kuatnya nilai kebersamaan dan persatuan masyarakat.
Perhelatan Lebaran Betawi 2026 kembali menjadi momentum silaturahmi lintas elemen masyarakat, sekaligus ruang strategis dalam memperkuat identitas budaya Betawi di tengah wajah Jakarta sebagai kota global yang terus berkembang.(*/hel)
Komentar