Beranda
Seputar Publik / Berita

Fikom UMB Dorong Siswa SMK Jadi Kreator Digital Aktif

Program PkM di SMKN 47 Jakarta fokus ubah pola konsumsi media sosial menjadi produksi konten bernilai dan berdaya saing
Fikom Universitas Mercu Buana mendorong siswa SMK menjadi kreator digital aktif melalui program literasi media sosial berbasis edukasi. Fikom Universitas Mercu Buana mendorong siswa SMK menjadi kreator digital aktif melalui program literasi media sosial berbasis edukasi.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Ketergantungan generasi muda terhadap media sosial sebagai konsumen pasif dinilai perlu segera direspons melalui pendekatan edukatif. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (Fikom UMB) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMKN 47 Jakarta Selatan dengan fokus mendorong siswa menjadi kreator konten yang bernilai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMB tahun 2026, dengan melibatkan tim dosen Fikom UMB bersama mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi.

Mengusung tema “Pemberdayaan Melalui Media Sosial: Dari Konsumen menjadi Kontributor”, kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia, Muhammad Raqib Mohd Sofian, bersama jajaran dosen Fikom UMB.

Dekan Fikom UMB, Ahmad Mulyana, menegaskan bahwa pola konsumsi pasif di media sosial berpotensi membentuk identitas digital yang dangkal. Ia menilai transformasi menjadi kreator harus dimulai dari kesadaran kritis dalam berinteraksi di ruang digital.

“Selama ini banyak pengguna berhenti pada tahap menikmati konten. Padahal, setiap interaksi seperti komentar atau berbagi sudah mencerminkan identitas digital. Dari situ seharusnya berkembang menjadi produksi konten yang lebih bermakna,” ujarnya.

Menurutnya, produksi konten orisinal bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam membangun reputasi serta daya saing di era digital. Konten edukatif dan inspiratif dinilai mampu menggeser dominasi konten hiburan yang minim nilai.

Sementara itu, Muhammad Raqib Mohd Sofian menyoroti ekosistem digital yang kini semakin terhubung dengan aspek monetisasi. Ia menilai algoritma platform turut memengaruhi pola produksi konten berbasis keterlibatan audiens.

“Media sosial saat ini bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga arena ekonomi. Pengguna perlu memahami bahwa setiap konten memiliki potensi nilai, baik sosial maupun finansial,” jelasnya.

Dalam forum yang sama, Afdal Makkuraga Putra menekankan munculnya generasi prosumer, yakni individu yang sekaligus menjadi produsen dan konsumen informasi. Ia menilai batas antara audiens dan kreator kini semakin tipis.

“Jika siswa tidak didorong menjadi produsen, mereka akan tetap berada di posisi pasif dan rentan terhadap arus informasi yang tidak terkontrol,” ungkapnya.

Kegiatan ini melibatkan 12 dosen Ilmu Komunikasi UMB, di antaranya Rizki Briandana, Nur Kholisoh, Nurhayani Saragih, Heri Budianto, Rahman, Enjang Pera Irawan, Farid Hamid, Leila Mona Ganiem, Henni Gusfa, dan Achmad Jamil.

Melalui kegiatan ini, Fikom UMB menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai penghasil wacana, tetapi juga sebagai aktor yang melakukan intervensi nyata dalam membangun ekosistem digital yang lebih produktif di kalangan pelajar.(Red)*