Selain menghadirkan sesi diskusi dan lokakarya, FOLSEA 2026 menjadi momentum untuk membangun jejaring profesional di antara para pendidik dari berbagai latar belakang.
Koneksi yang terjalin selama konferensi diharapkan membuka peluang kolaborasi lanjutan, pertukaran praktik baik, dan pembelajaran bersama, bahkan setelah kegiatan berakhir.
Forum ini juga mendorong komunitas pendidikan untuk mengeksplorasi cara mengintegrasikan AI dan teknologi baru secara terarah, kreatif, dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan hubungan antarmanusia serta tujuan utama pendidikan.
FOLSEA 2026 menegaskan bahwa masa depan pembelajaran tidak ditentukan oleh teknologi semata. Perkembangannya juga bergantung pada peran pendidik dan siswa dalam menggunakan teknologi dengan kesadaran, kreativitas, empati, dan tujuan yang jelas.
Setelah konferensi resmi berakhir di Jakarta, para peserta diharapkan membawa pulang gagasan baru, memperluas jejaring, serta menerapkan pembelajaran yang diperoleh untuk mendukung perkembangan pendidikan di sekolah dan komunitas masing-masing.
Melalui pertukaran gagasan lintas negara, FOLSEA 2026 menempatkan kolaborasi dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam membentuk masa depan pendidikan di era kecerdasan buatan.(Red.)*
Komentar