Seputar Publik / Berita

Forum Wartawan Kebangsaan: Kesantunan Berbahasa Kunci Menjaga Persatuan Bangsa, FWK Dorong Penguatan Komunikasi Publik Pemerintah

Diskusi Reboan FWK menyoroti pentingnya komunikasi publik yang santun, akurat, dan menyejukkan di tengah dinamika ruang digital serta mengajak seluruh elemen bangsa menjaga etika berbahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kesantunan berbahasa dan memperkuat komunikasi publik yang akurat, beretika, serta menyejukkan demi memperkokoh persatuan dan kepercayaan masyarakat. Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kesantunan berbahasa dan memperkuat komunikasi publik yang akurat, beretika, serta menyejukkan demi memperkokoh persatuan dan kepercayaan masyarakat.

Pemimpin Redaksi VOI.ID Iqbal Irsyad mengemukakan bahwa perkembangan komunikasi di media sosial menunjukkan meningkatnya penggunaan bahasa yang keras dalam menyikapi berbagai pernyataan pejabat publik.

Ia mencontohkan sejumlah isu yang menjadi perhatian publik, termasuk pernyataan Presiden RI dalam beberapa kesempatan yang kemudian memunculkan beragam respons di ruang digital.

Menurut Iqbal, perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, namun penyampaiannya tetap perlu mengedepankan etika dan kesantunan agar ruang publik tidak dipenuhi narasi yang kontraproduktif.

Raja Pane: FWK Terus Beri Masukan untuk Kepentingan Bangsa

Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane menegaskan bahwa Forum Wartawan Kebangsaan akan terus menjalankan perannya sebagai ruang diskusi yang memberikan kritik, masukan, dan gagasan konstruktif bagi kepentingan bangsa.

> "Kita di FWK harus ikut mendukung penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Kita sudah berkali-kali membahas komunikasi publik. Sekali lagi kita menyampaikan kritik dan masukan untuk kebaikan bersama," kata Raja Pane.

Pandangan serupa juga disampaikan para peserta diskusi, di antaranya Yesayas Octavianus, Budi Nugraha, Umy Syarifah, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Berman Nainggolan, L. Radja, Rudy Sitompul, serta mantan wartawan Harian Kompas Mohammad Nasir.

Mohammad Nasir menilai bahwa penggunaan bahasa yang santun merupakan salah satu kunci membangun kepercayaan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Berman Nainggolan mengingatkan bahwa di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, pemerintah perlu terus menyampaikan informasi secara akurat, terukur, dan menenangkan.

> "Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang sejuk dan nyaman sehingga tidak semakin bingung dalam menghadapi berbagai situasi," ujarnya.

Dorong Komunikasi yang Beretika dan Membangun

Sebagai penutup, Forum Wartawan Kebangsaan menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, setiap bentuk komunikasi, baik yang disampaikan pemerintah maupun masyarakat, diharapkan tetap mengedepankan kesantunan berbahasa, akurasi informasi, etika, serta semangat persatuan, sehingga komunikasi publik dapat menjadi perekat kehidupan berbangsa dan bernegara.(Red)*

Tulis Komentar

Komentar