Seputar Publik / Berita

FWK Soroti Pembekuan Rekening Aktivis: Bank Jangan Dijadikan Alat Represif Negara

Forum Wartawan Kebangsaan menilai independensi dan kepercayaan publik terhadap perbankan harus dijaga, sekaligus meminta setiap tindakan terhadap rekening nasabah dilakukan sesuai prosedur dan dasar hukum yang jelas.
Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menggelar diskusi Rabuan di Jakarta, Rabu (26/8/2026), membahas isu pembekuan rekening aktivis dan pentingnya menjaga independensi serta kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan. Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menggelar diskusi Rabuan di Jakarta, Rabu (26/8/2026), membahas isu pembekuan rekening aktivis dan pentingnya menjaga independensi serta kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan.

Hendry Ch. Bangun: Jangan Ganggu Kepercayaan Publik

Pendiri FWK, Hendry Ch. Bangun, yang hadir dalam diskusi, menyesalkan apabila lembaga perbankan sampai ditempatkan dalam posisi yang berpotensi dipersepsikan sebagai instrumen tekanan terhadap warga sipil.

Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan pentingnya perlindungan terhadap hak warga negara untuk menyampaikan pendapat sebagaimana dijamin konstitusi.

“Cara-cara demikian ini sangat berbahaya. Sekali lagi ini berbahaya bagi bisnis bank, bagi kepercayaan publik baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Hendry Ch. Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam keberlangsungan industri perbankan.

Raja Pane Soroti Perlindungan Nasabah

Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane juga mempertanyakan aspek perlindungan nasabah dalam persoalan pembekuan rekening tersebut.

Menurut Raja, bank memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan profesional dengan nasabah serta menjalankan setiap tindakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Tulis Komentar

Komentar