Seputarpublik.com || BOGOR – Gerakan Mahasiswa Kosgoro (Gema Kosgoro) menyatakan dukungannya terhadap rencana Aksi Reformasi Jilid Dua sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan nasional yang dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPN Gema Kosgoro, Agus Syafrudin, di Bogor, Kamis (11/6/2026). Menurutnya, sejumlah isu strategis seperti pemberantasan korupsi, penegakan hak asasi manusia (HAM), serta kondisi ekonomi nasional menjadi perhatian publik yang perlu mendapat respons dan langkah perbaikan secara berkelanjutan.
Agus menilai berbagai kasus yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan memperkuat sistem pengawasan serta tata kelola pemerintahan.
> “Ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan tata kelola pemerintahan,” ujar Agus Syafrudin.
Selain itu, Gema Kosgoro juga menyoroti pentingnya penegakan HAM yang transparan dan akuntabel. Agus berharap setiap kasus yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
> “Peristiwa yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus harus diusut tuntas secara transparan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik kekerasan yang mengancam kebebasan berpendapat dan perjuangan hak asasi manusia,” tegasnya.
Di sektor ekonomi, Agus menilai pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat. Menurutnya, kondisi ekonomi yang sehat akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
> “Ketika rakyat menghadapi tekanan ekonomi, pemerintah harus hadir dengan solusi nyata. Kondisi ekonomi yang tidak stabil akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa kritik dan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dijaga agar berbagai masukan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan publik.
> “Kritik bukanlah ancaman bagi pemerintah. Kritik adalah vitamin demokrasi yang harus diterima sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan dan pelayanan kepada rakyat,” ujarnya.
Gema Kosgoro berharap pemerintah dapat terus memperkuat langkah-langkah perbaikan di berbagai sektor strategis, termasuk pemberantasan korupsi, penegakan HAM, dan pemulihan ekonomi nasional. Organisasi tersebut menilai partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang dijamin konstitusi.
> “Kami berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan pembenahan secara serius. Namun apabila tidak ada perbaikan yang signifikan terhadap persoalan korupsi, penegakan HAM, dan kondisi ekonomi nasional, maka Gerakan Mahasiswa Kosgoro mendukung Aksi Reformasi Jilid Dua sebagai bentuk perjuangan konstitusional dalam menyuarakan aspirasi rakyat,” pungkas Agus Syafrudin.(Red)*