Seputar Publik / Berita

GKR Panembahan Timoer Jalani Tugas Pertama sebagai Pengageng Sasana Wilapa di Catur Sagatra

“Tahun ini memiliki makna khusus karena seluruh delegasi adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan dalam tradisi Mataram Islam bukan hanya simbol keanggunan, tetapi juga pemikul amanat budaya. Ketika empat istana diwakili para putri, ada pesan kuat bahwa kesinambungan adat juga bertumpu pada keteguhan dan welas asih yang dibawa perempuan,” tegasnya.

GKR Panembahan Timoer juga menyatakan bahwa tugas ini menjadi kehormatan tersendiri baginya, mengingat ini adalah langkah pertama yang ia emban setelah menerima dhawuh dari SISKS Pakoe Boewono XIV.

“Ini tugas perdana saya di luar Karaton setelah dikukuhkan sebagai Pengageng Sasana Wilapa. Saya menjalankannya dengan penuh tanggung jawab dan harapan semoga kehadiran Karaton Surakarta hari ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat persaudaraan empat istana,” tambahnya.

Pagelaran kemudian ditutup dengan persembahan seni tradisi dari masing-masing istana, mencerminkan jalinan harmoni antara olah pikir, olah raga, dan olah jiwa sebagaimana tema Kalyana yang diusung. Catur Sagatra 2025 pun meninggalkan kesan mendalam bahwa perempuan trah Mataram Islam kini tampil sebagai pilar penting dalam merawat keluhuran budaya dan jati diri Mataram.[red]

Video Terkait

Seputar Griya Idaman Tanpa DP Kianoland 3

Tulis Komentar

Komentar