
Dalam pidatonya, Gubernur Bang Zul mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali semangat yang mungkin sudah lama terpendam di dalam hati, pikiran, dan persahabatan. Ia menyebut bahwa masyarakat Bima memiliki tradisi panjang, menjalajahi berbagai wilayah di Republik Indonesia. Saat melakukan kunjungan di sejumlah wilayah, Gubernur selalu menyapa warga yang berasal dari Bima, termasuk yang berprofesi sebagai tukang ojek, anggota legislatif, bahkan menjadi pejabat pemerintahan.
Komentar