Seputar Publik Minahasa, – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya integritas dan kompetensi dalam kepemimpinan saat memberikan kuliah umum di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara (Sulut), Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulut, Rabu (12/3/2025).
Dalam paparannya, Bima mengingatkan para praja bahwa kepemimpinan adalah pilihan sekaligus amanah yang membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab.
"Banyak orang bercita-cita tinggi dan besar ingin menjadi pemimpin, termasuk Anda. Tetapi tidak semua sadar seperti apa menjadi pemimpin," ujarnya.
Ia mengibaratkan pemimpin laksana seorang konduktor dalam pertunjukan orkestra, yang bertanggung jawab mengatur harmoni, memberikan aba-aba, dan memastikan pertunjukan berjalan sukses. Tujuannya, agar penonton mendapatkan suguhan yang spesial dan menyenangkan.
Ia pun mengenang masa belajarnya di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura. Saat itu salah seorang profesornya, yang notabene seorang konduktor, pun mengajarkan keterkaitan antara seni dan politik.
Menurut Bima, layaknya konduktor, ada tiga aspek utama yang harus melekat pada sosok seorang pemimpin, yaitu kompetensi, seni, dan intuisi.
"Satu, konduktor itu harus punya kompetensi, tahu nadanya yang dimainkan di mana. Itu kompetensi. Bagaimana sulitnya memainkan bass, misalnya, atau biola, itu harus paham," jelasnya.
Komentar