Dirinya juga menambahkan, pesan positif tersebut dapat tercermin dari persatuan dan saling menghormati antar umat beragama. Menurutnya, perbedaan adalah karakter utama sebagai umat manusia.
"Jadi pesan itu artinya kita sebagai warga bangsa Indonesia, kita harus bersatu, saling menghormati satu sama lain. Jadi perbedaan itu adalah karakter kita sebagai umat manusia," kata Menag Nasaruddin.
Persatuan di antara perbedaan itu sendiri diartikan bukan sebagai upaya untuk menyeragamkan. Menurut Nasaruddin, perbedaan dalam persatuan dimaksudkan untuk membiasakan diri hidup di tengah perbedaan tanpa saling mengusik.
"Menurut saya, bukan bagaimana mempersatukan, menjadikan satu, tapi bagaimana membiasakan diri kita hidup di tengah perbedaan tanpa saling mengusik satu sama lain," pungkasnya.
Ketua Panitia Andrie Wongso, menyebut perayaan tahun ini sebagai momen refleksi dan penguatan komitmen hidup damai dalam keberagaman. “Tema tahun ini, Semangat Kebersamaan untuk Indonesia Maju, mengajak kita semua menumbuhkan persaudaraan dan kebijaksanaan sebagai fondasi perdamaian dan kemajuan bangsa,” ujarnya.
Andrie menambahkan, Waisak 2025 menjadi momentum memperkuat nilai-nilai universal, mempererat solidaritas antar umat, serta membangun semangat kolektif menuju Indonesia yang damai dan inklusif.
Komentar