Seputarpublik.com, JAKARTA — PTPN IV PalmCo meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau tahun ini, menyusul wacana fenomena ekstrem yang populer disebut “El Nino Godzilla”.
Meski istilah tersebut dinilai tidak ilmiah, ancaman kekeringan tetap menjadi perhatian serius, khususnya bagi industri kelapa sawit yang sangat bergantung pada keseimbangan curah hujan.
BMKG menegaskan bahwa istilah tersebut tidak dikenal dalam kajian klimatologi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut klasifikasi El Nino secara resmi hanya terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat.
“Saat ini prediksi kami menunjukkan peluang 50–60 persen terjadinya El Nino lemah hingga moderat setelah semester kedua,” ujarnya.
Meski demikian, bagi industri sawit, potensi anomali cuaca sekecil apa pun tetap memerlukan langkah antisipatif. Hal ini mendorong PalmCo menetapkan status siaga menghadapi musim kemarau.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan perusahaan memilih pendekatan konservatif dengan menyiapkan mitigasi sejak dini.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesiapsiagaan tetap kami jalankan seolah menghadapi skenario terburuk,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Perkuat Deteksi Dini Karhutla Berbasis AI
Komentar