Salah satu fokus utama perusahaan adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kerap menjadi ancaman serius saat kemarau panjang, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
PalmCo kini mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ARFINA (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara) untuk memantau potensi kebakaran secara real time.
“Sistem ini membantu kami mendeteksi titik panas lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas,” jelas Jatmiko.
Ia menegaskan, teknologi tersebut didukung kesiapan sumber daya manusia di lapangan, di mana setiap peringatan sistem langsung ditindaklanjuti oleh tim operasional.
Infrastruktur Air dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain teknologi, perusahaan juga memperkuat infrastruktur pendukung, seperti pembangunan embung dan sekat kanal di area rawan kekeringan. Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi bersama aparat TNI dan Polri dalam patroli serta penanganan darurat karhutla.
Strategi Agronomi Adaptif Jaga Produktivitas
Ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada risiko kebakaran, tetapi juga terhadap produktivitas tanaman. Kekeringan berkepanjangan dapat memicu gangguan pertumbuhan, penurunan hasil produksi, hingga meningkatnya serangan hama.
Komentar