Menurut dia, strategi tersebut tidak hanya berfokus pada kehadiran kampus di banyak platform, tetapi bagaimana berbagai kanal digital saling terhubung dalam satu ekosistem.
Ia juga menjelaskan konsep edu-marketplace sebagai kanal yang dapat mempertemukan kebutuhan perguruan tinggi dan siswa. Kampus dapat terhubung dengan calon mahasiswa, sedangkan siswa memperoleh informasi mengenai program studi dan jalur karier yang relevan dengan minat serta potensinya.
Hubungkan Pendidikan hingga Dunia Kerja
Sarasehan kemudian dilanjutkan dengan talkshow dan sesi tanya jawab bertajuk “Dari Awareness Hingga Registrasi: Digital Marketing Kampus yang Berdampak”.
Sejumlah praktisi membahas strategi CRM untuk meningkatkan konversi calon mahasiswa, digital PR dan konten media sosial, serta pemanfaatan edu-marketplace dalam proses rekrutmen mahasiswa baru. Sesi tersebut dipandu Sigit Nugroho, S.I.Kom., M.I.Kom., dari Humas LLDIKTI Wilayah III.
Sarasehan turut dihadiri Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Kemdiktisaintek Doddy Zulkifli Indra Atmadja, S.I.Kom., M.Si., serta Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat dan Kerjasama LLDIKTI Wilayah III Maghfira Syalendri Alqadri, S.H., M.H.
Kegiatan tersebut didukung PT Teknologi Cekat Indonesia (CEKAT) dan PT iForte Solusi Infotek serta berkolaborasi dengan Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA), 360Indonesia, dan Beyond Borders Indonesia.
CariKampusCariKerja dikembangkan dengan tiga layanan utama, yakni Tes Minat Bakat, CariKampus, dan CariKerja. Berdasarkan keterangan penyelenggara, Tes Minat Bakat menggunakan asesmen berbasis AI dengan kombinasi teori Holland RIASEC dan Multiple Intelligences Gardner, sementara CariKampus menyediakan layanan pencarian perguruan tinggi dan CariKerja memuat informasi lowongan kerja serta magang.
Melalui layanan tersebut, pengembang menyatakan platform ini diarahkan untuk menjadi penghubung digital antara siswa, perguruan tinggi, dan dunia industri, dengan tagline “Dari Sekolah, Kampus Sampai Karir. Satu Platform.(Red.)*
Komentar