“Kunjungan ini relevan dengan tugas dan fungsi Komisi IV yang membidangi lingkungan hidup dan infrastruktur. Kami ingin berdiskusi lebih mendalam mengenai aspal karet, dengan harapan inovasi ini dapat menjadi alternatif solusi yang dapat diterapkan di daerah kami untuk meningkatkan kualitas jalan,” ujar Nizar.
Sementara itu, peneliti PT RPN, Henry Prastanto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta perhatian Komisi IV terhadap inovasi yang tengah dikembangkan perusahaan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan, sehingga hasil riset dapat diimplementasikan secara lebih luas,” ungkap Henry.
Riset Aspal Karet Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas
Henry menjelaskan bahwa penelitian mengenai aspal karet di PT RPN telah dimulai sejak tahun 2010 dan kembali diintensifkan pada tahun 2016, seiring dengan tren penurunan harga karet alam yang berdampak pada kesejahteraan petani.
Inovasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas karet melalui diversifikasi pemanfaatan di sektor infrastruktur.
Menurutnya, aspal karet terbukti mampu menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan jalan, seperti retak dan gelombang, yang umumnya disebabkan oleh beban lalu lintas berat serta kondisi lingkungan.
“Dengan karakteristik yang lebih elastis dan fleksibel, aspal karet mampu meningkatkan daya tahan jalan sehingga umur layanan infrastruktur menjadi lebih panjang,” jelas Henry.
Dorong Kolaborasi untuk Infrastruktur Berkelanjutan
Melalui forum diskusi tersebut, PT RPN menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang konsultasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah.
Teknologi aspal karet diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas, termasuk di Provinsi Banten, guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi karet nasional.
Sebagai bagian dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT RPN meyakini bahwa kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya merupakan kunci dalam mendorong inovasi berbasis sumber daya dalam negeri untuk pembangunan yang lebih tangguh dan berdaya saing.(Adv)*
Komentar