Seputarpublik.com || BOGOR, — PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), salah satu entitas Holding Perkebunan Nusantara, mendorong pengembangan komoditas matcha sebagai produk teh bernilai tambah yang dinilai memiliki prospek pasar, baik di dalam negeri maupun global.
Dorongan tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk “Matcha: Dari Daun, Meraup Cuan! Potensi Pasar dan Tantangan Pengembangan Matcha di Indonesia” yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum berbagi pengetahuan mengenai perkembangan pasar matcha, potensi pengembangannya di Indonesia, serta berbagai tantangan yang perlu diantisipasi untuk meningkatkan daya saing produk matcha nasional.
Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Henry Prastanto, mengatakan matcha saat ini berkembang menjadi salah satu produk teh yang memiliki pertumbuhan pasar cukup pesat di dunia.
Menurutnya, pemanfaatan matcha tidak lagi terbatas sebagai minuman, tetapi telah berkembang menjadi bahan baku berbagai produk pangan, kosmetik, serta produk yang berkaitan dengan tren gaya hidup sehat.
“Matcha tidak hanya digunakan sebagai minuman, tetapi juga telah berkembang sebagai bahan baku untuk berbagai produk pangan, kosmetik, hingga produk yang mendukung gaya hidup sehat. Perkembangan ini tentu memberikan peluang yang besar bagi Indonesia,” ujar Dr. Henry.
Indonesia Dinilai Memiliki Potensi
Henry menilai Indonesia memiliki potensi untuk mengambil bagian dalam perkembangan industri matcha global. Ketersediaan sumber daya alam, lahan yang potensial, serta pengalaman panjang dalam budidaya teh dinilai dapat menjadi modal dalam membangun industri matcha nasional.
Namun, peluang tersebut menurutnya perlu diikuti kesiapan dari sektor hulu hingga hilir.
Peningkatan kualitas bahan baku, penerapan teknologi pengolahan yang tepat, konsistensi standar mutu, serta penguatan strategi pemasaran menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar produk matcha Indonesia mampu memenuhi kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Bahas Potensi dan Tantangan Matcha
Webinar tersebut menghadirkan Dr. M. Iqbal Prawira-Atmaja, Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjinering PPTK, serta Krawali Sita, M.Sc., Peneliti Sosio Ekonomi PPTK, sebagai narasumber.
Diskusi dipandu Hilmi Maulana, S.T., Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjinering PPTK, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam forum tersebut, pengembangan matcha dibahas tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga menyangkut potensi pasar, kebutuhan industri, teknologi pengolahan, serta berbagai tantangan yang perlu diantisipasi untuk membangun ekosistem matcha di Indonesia.
Penguatan Hulu hingga Hilir
Ke depan, pengembangan matcha dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi. Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi, penguatan inovasi, peningkatan mutu, pengembangan teknologi pengolahan, penguatan rantai pasok, hingga perluasan akses pasar.
Sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, pelaku industri, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri matcha Indonesia yang berkelanjutan dan memiliki daya saing global.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan pasar matcha, kebutuhan industri, potensi pengembangan, serta tantangan dalam membangun ekosistem matcha di Indonesia.
Webinar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PT RPN dalam memperkuat peran riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan komoditas teh bernilai tambah di Indonesia.(Adv)*