• 2025: 1.397 kg/hektare
Untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat, PTPN I melalui Divisi Komoditi Kopi dan Aneka Tanaman memperluas areal budidaya tembakau hingga 500 hektare pada musim tanam 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga kesinambungan pasokan bagi berbagai kontrak ekspor yang terus bertambah.
Bidik Pasar Premium Dunia
PTPN I menilai segmen cerutu premium masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan meskipun industri tembakau global menghadapi regulasi yang semakin ketat. Permintaan tetap tumbuh dari segmen luxury products, premium lifestyle, kolektor cerutu, hingga industri high-end hospitality.
Selain itu, meningkatnya tren produk berbasis asal-usul (origin-based products) memberikan peluang besar bagi Tembakau Besuki dan Tembakau Deli untuk semakin memperkuat posisinya di pasar internasional sebagai komoditas premium asal Indonesia.
Perkuat Mitigasi Perubahan Iklim
Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, PTPN I menerapkan berbagai strategi mitigasi guna menjaga produktivitas dan mutu hasil panen. Langkah tersebut meliputi penyesuaian kalender tanam, pemantauan cuaca secara real-time, penggunaan varietas yang adaptif, penerapan praktik budidaya berkelanjutan (sustainable farming), hingga penguatan sistem pengendalian mutu dan traceability mulai dari pembibitan hingga pascapanen.
Melalui pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I optimistis tembakau premium Indonesia akan terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu standar kualitas utama industri cerutu premium dunia, sekaligus memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional di pasar global serta meningkatkan kontribusi terhadap ekspor dan perekonomian Indonesia.(Adv)*
Komentar