Seputarpublik.com || JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional melalui pengembangan tembakau premium yang dikelola PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I). Dua produk unggulan perusahaan, yakni Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, semakin mendapat kepercayaan pasar internasional sebagai bahan baku pembungkus (wrapper) cerutu premium berkualitas tinggi.
Keunggulan kedua varietas tersebut terletak pada karakter daun yang elastis, bertekstur halus, memiliki stabilitas pembakaran yang baik, warna premium, serta cita rasa dan aroma khas yang menjadi standar industri cerutu dunia. Produk ini telah diminati pembeli dari berbagai negara di Eropa, Amerika Latin, hingga kawasan internasional lainnya.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan bahwa prospek pasar tembakau premium terus menunjukkan tren yang positif. Dalam rapat gabungan di Jakarta, Kamis (25/6/2026), ia menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan produksi melalui perluasan areal tanam sekaligus menjaga konsistensi kualitas yang menjadi keunggulan utama PTPN I.
> "Kami yakin bisa mengembalikan kejayaan produk tembakau premium yang memiliki sejarah panjang. Optimisme kami semakin kuat karena permintaan pasar ekspor, khususnya dari Eropa dan negara-negara maju, terus meningkat secara signifikan. Lebih dari itu, tembakau premium Indonesia merupakan produk eksklusif yang memiliki ketahanan tinggi terhadap dinamika pasar," ujar Teddy.
Menurutnya, Tembakau Besuki Bawah Naungan dan Tembakau Deli telah lama diakui sebagai salah satu bahan baku wrapper cerutu premium terbaik di dunia. Reputasi tersebut semakin diperkuat oleh meningkatnya transaksi ekspor dalam beberapa tahun terakhir.
> "Keunggulan kami terletak pada elastisitas daun, struktur yang halus, kualitas pembakaran yang stabil, serta warna yang menarik sehingga mampu memenuhi standar industri cerutu premium dunia," jelasnya.
Produksi dan Produktivitas Terus Meningkat
Kinerja komoditas tembakau PTPN I menunjukkan tren yang konsisten. Berdasarkan data perusahaan, volume produksi tembakau premium mencapai:
• 2021: 748.638 kilogram
• 2022: 729.544 kilogram
• 2023: 932.837 kilogram
• 2024: 974.489 kilogram
• 2025: 972.243 kilogram
Sementara produktivitas lahan juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu:
• 2021: 1.238 kg/hektare
• 2022: 1.090 kg/hektare
• 2023: 1.372 kg/hektare
• 2024: 1.382 kg/hektare
• 2025: 1.397 kg/hektare
Untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat, PTPN I melalui Divisi Komoditi Kopi dan Aneka Tanaman memperluas areal budidaya tembakau hingga 500 hektare pada musim tanam 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga kesinambungan pasokan bagi berbagai kontrak ekspor yang terus bertambah.
Bidik Pasar Premium Dunia
PTPN I menilai segmen cerutu premium masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan meskipun industri tembakau global menghadapi regulasi yang semakin ketat. Permintaan tetap tumbuh dari segmen luxury products, premium lifestyle, kolektor cerutu, hingga industri high-end hospitality.
Selain itu, meningkatnya tren produk berbasis asal-usul (origin-based products) memberikan peluang besar bagi Tembakau Besuki dan Tembakau Deli untuk semakin memperkuat posisinya di pasar internasional sebagai komoditas premium asal Indonesia.
Perkuat Mitigasi Perubahan Iklim
Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, PTPN I menerapkan berbagai strategi mitigasi guna menjaga produktivitas dan mutu hasil panen. Langkah tersebut meliputi penyesuaian kalender tanam, pemantauan cuaca secara real-time, penggunaan varietas yang adaptif, penerapan praktik budidaya berkelanjutan (sustainable farming), hingga penguatan sistem pengendalian mutu dan traceability mulai dari pembibitan hingga pascapanen.
Melalui pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I optimistis tembakau premium Indonesia akan terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu standar kualitas utama industri cerutu premium dunia, sekaligus memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional di pasar global serta meningkatkan kontribusi terhadap ekspor dan perekonomian Indonesia.(Adv)*