"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman teknis para mandor terhadap SOP pemeliharaan tanaman kelapa sawit, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam mengawasi pekerjaan di lapangan, meningkatkan ketelitian, serta membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja," ujar Hasnan.
Ia menambahkan, keberadaan SDM yang kompeten dan memiliki sertifikasi profesi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas pengelolaan kebun, serta memperkuat penerapan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang profesional, efektif, dan berkelanjutan.
"Dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, produktivitas perkebunan dapat terus ditingkatkan sekaligus menciptakan pengelolaan kebun kelapa sawit yang lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan," tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi ini, PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan SDM yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Peningkatan kompetensi para mandor diharapkan semakin memperkuat penerapan standar operasional di lapangan, meningkatkan produktivitas dan kualitas pengelolaan perkebunan, serta mendukung terwujudnya tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sejalan dengan visi Holding Perkebunan Nusantara sebagai perusahaan agribisnis kelas dunia.(Adv)*
Komentar