Seputar Publik / Nusantara

Ini Beragam Tradisi dan Keunikan Menyambut Ramadhan di Kalimantan Barat

Pawai Obor di Kota Singkawang menyambut tibanya bulan Ramadhan 1444 Hijriah Pawai Obor di Kota Singkawang menyambut tibanya bulan Ramadhan 1444 Hijriah

Seputarpublik, Pontianak – Umat Islam setiap daerah di Indonesia memiliki adat dan kebiasaan atau tradisi dalam menyambut bulan Ramadan. Selain ziarah kubur dan pawai obor, ada pula daerah tertentu dengan keunikan lain dalam menyambut Bulan Suci ini.

Ziarah kubur atau nyekar dengan tujuan membaca doa untuk orang tua yang sudah meninggal, sekaligus membersihkan pusara sudah jamak dilakukan dan sampai saat ini pun kebiasaan itu masih ada, terutama saat menjelang tibanya bulan puasa.

Pada hari-hari menjelang Ramadhan, permakaman umat Islam dipenuhi oleh warga yang membersihkan makam orang tua atau kerabatnya. Selesai membersihkan makam, biasanya dilanjutkan dengan membaca doa, Surah Al Fatihah dan Yassin.

Anggota kerabat Keraton Kadriah Pontianak, Pangeran Mas Perdana Agung Syarif M Fasha Alkadrie menyatakan ziarah kubur rutin dilakukan pihaknya saat menjelang Ramadhan dan tibanya Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Dalam setahun bisa dua atau tiga kali, dia melakukan ziarah ke makam ayahnya, Syarif Abubakar Alkadrie, di kompleks Permakaman Kerabat Kesultanan Kadriah Pontianak, Batu Layang, Pontianak Utara.

Fasha merupakan putra ke-6 dari Syarif Abubakar Alkadrie. Abubakar Alkadrie keponakan dari Sultan Syarif Hamid Alkadrie atau Sultan Hamid II, dikenal sebagai Sultan ke-8 Keraton Kadriah Pontianak dan memerintah pada tahun 1945-1950.

Tulis Komentar

Komentar