Pawai obor di Kota Pontianak, misalnya, melibatkan generasi muda. “Pawai obor menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu karena setiap menyambut Bulan Ramadhan, Kota Pontianak akan terang benderang di malam hari, karena penerangan dari obor tersebut,” kata Muhammad Damara, seorang warga Pontianak.
Obor dibuat dari sebatang bambu yang diberi minyak tanah supaya apinya bisa menyala. Warga yang turut serta dalam tradisi ini beriringan membawa obor yang dinyalakan.
Pawai dimulai dari halaman Masjid Raya Mujahidin, kemudian menyusuri jalan raya dalam kota dan kembali lagi ke masjid yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, itu. Pawai obor tahun ini digelar pada Selasa (21/3) malam atau sehari sebelum tiba tarawih pertama Ramadhan.
Pawai obor juga diadakan remaja masjid di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Pawai tahun ini meriah karena warga bisa berkumpul dan membaur tanpa ada pembatasan sosial, seperti saat pandemi, juga ada doorprize (hadiah) untuk peserta pawai.
Sebelum pawai, remaja masjid Teluk Pakedai mengambil bambu di hutan atau kebun, usai shalat subuh berjamaah di masjid.
“Kami berkumpul untuk mengambil bambu. Dan setelah mengumpulkan bahan-bahan yang perlukan, kami membuat obor,” kata Riyan Alfiansyah, remaja dari Teluk Pakedai.
Komentar