Seputar Publik / Nusantara

Ini Beragam Tradisi dan Keunikan Menyambut Ramadhan di Kalimantan Barat

Pawai Obor di Kota Singkawang menyambut tibanya bulan Ramadhan 1444 Hijriah Pawai Obor di Kota Singkawang menyambut tibanya bulan Ramadhan 1444 Hijriah

Dia membersihkan makam orang tuanya, keluarganya, paman saya, termasuk juga makam Sultan Muhammad (Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, 1895-1944) yang berada di kompleks pemakaman ini.

Saat ditemui Antara di Permakaman kerabat Keraton Kadriah Pontianak, di Batu Layang, Pontianak Utara, Rabu (23/3), dia menjelaskan kegiatan bersih-bersih makam selalu dilakukan setiap menjelang Ramadhan. Makam leluhur dibersihkan dan ada ziarah bersama kerabat kesultanan Pontianak pada satu hari sebelum tanggal 1 Ramadhan.

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tua, dia merasa wajib untuk nyekar atau melakukan tradisi itu. Dengan harapan bisa bermanfaat bagi orang tua yang sudah meninggal karena juga ada sedekah Al Fatihah.

Di Kompleks Pemakaman Kesultanan Kadriah ada lima makam, meliputi Sultan Syarif Muhammad Alkadrie yang dikenal sebagai Sultan Pontianak yang hidup sejak 1895 dan meninggal tahun 1944. Kemudian Ratu Suri (istri dari Sultan Syarif Muhammad Alkadrie), Syarifah Perbu Wijaya (putri Syarif Muhammad Alkadrie), dan Sultan Syarif Hamid II (anak Sultan Syarif Muhammad Alkdarie dan Ratu Suri), serta makam Syarif Abubakar Alkadrie (keponakan Sultan Hamid II).

Selain berziarah ke makam orang tua, ada pula Pawai obor. Pawai obor dilakukan di banyak tempat, namun dengan ciri khas tertentu.

Tulis Komentar

Komentar