Dia menyebut pawai obor ini tidak hanya diadakan ketika menyambut bulan suci Ramadhan, tetapi remaja masjid juga mengadakan ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Pawai obor juga diadakan masyarakat Kota Singkawang dengan berkeliling kota berjuluk “Seribu Kelenteng” itu. Pawai obor di Singkawang melibatkan organisasi masyarakat dan etnis yang ada di kota setempat.
Pawai obor merupakan satu di antara momen yang paling ditunggu oleh umat Islam. Bahkan, non-Muslim juga turut menyaksikan pawai obor, mulai dari lapangan Mes Daerah hingga ke Masjid Raya yang menjadi tempat finis.
Uniknya, sebagai kota yang menjunjung tinggi sikap toleran, sebagian masyarakat Singkawang yang memeluk agama Konghucu juga turut serta menonton dan memeriahkan pawai obor tersebut.
Selain mengadakan pawai, juga ada tradisi menurunkan Bedug di tengah jalan antara Masjid Raya dan Vihara di tengah kota yang dihias sesuai dengan ciri khas Bulan Ramadhan.
Sementara di Kabupaten Kubu Raya, ada tradisi Ma’Baca Doa. Tradisi menyambut puasa Ramadhan ini dilakukan oleh masyarakat Desa Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu Raya.
Ma’baca Doa adalah kegiatan membaca doa dari Suku Bugis yang diperuntukkan kepada orang yang sudah meninggal dunia atau keluarga yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan yang masih hidup. Ma’baca Doa juga untuk memohon agar yang masih hidup diberi kesehatan, rezeki, dan umur panjang.
Komentar