Seputar Publik / Nusantara

Ini Beragam Tradisi dan Keunikan Menyambut Ramadhan di Kalimantan Barat

Pawai Obor di Kota Singkawang menyambut tibanya bulan Ramadhan 1444 Hijriah Pawai Obor di Kota Singkawang menyambut tibanya bulan Ramadhan 1444 Hijriah

Selain itu juga bersyukur, karena masih bisa berkumpul sebelum Ramadhan tiba. Ma’baca doa biasanya dilakukan dalam masing-masing rumah atau juga berkumpul di salah satu rumah kerabat dekat.

Biasanya sebelum melakukan kegiatan ini, masyarakat terlebih dahulu berziarah ke makam keluarga atau sanak keluarganya.

Setelah pulang dari ziarah, para wanita di rumah menyiapkan lauk pauk yang akan dihidangkan dalam ceper atau nampan. Setelah itu dilakukan kegiatan Ma’baca Doa yang dipercayakan kepada ahli agama di hadapan makanan-makanan yang telah disiapkan.

Selepas kegiatan ma’baca doa, makanan yang sudah disiapkan itu disantap bersama-sama.

Makanan yang sering disiapkan untuk tradisi ini biasanya adalah menu kari ayam, ikan goreng, daging rendang, sambal udang, dan sup. Juga ada menu lain, tergantung masing-masih rumah yang ada. Tidak ada menu wajib yang harus disiapkan, menu yang ada menyesuaikan dari masing-masing rumah.

Ma’baca Doa tidak hanya dilakukan ketika akan menyambut bulan suci Ramadhan, namun juga dilakukan ketika akan menyambut Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi ini masih selalu dilaksanakan oleh masyarakat Teluk Pakedai.

Tradisi “Megang” di Sebawi

Ada juga tradisi Megang. Ini merupakan tradisi masyarakat Sebawi di Kabupaten Sambas, saat menyambut Ramadhan, dengan berbelanja daging di pasar pagi untuk keperluan memasak.

Tulis Komentar

Komentar