> “Kita menyebutnya harmonisasi peraturan daerah. Bulan lalu, kita melakukan koordinasi yang sangat baik untuk memastikan regulasi di Jakarta benar-benar sejalan dengan semangat pengendalian tembakau,” ungkapnya.
Isu ketiga yang ditekankan adalah regenerasi kepemimpinan. Dalam waktu dekat, APCAT akan menggelar pertemuan dengan para pemimpin baru untuk menyusun agenda ke depan tanpa menghilangkan kekuatan semangat gerakan.
Menurut Bima, regenerasi menjadi kunci keberlanjutan APCAT. Upaya penguatan jejaring kepemimpinan terus dilakukan, tidak hanya di tingkat gubernur atau bupati, tetapi juga hingga kepala dinas, camat, lurah, dan unsur pemerintah lainnya.
> “Kita harus meningkatkan kesadaran dan menjadikan mereka bagian dari gerakan yang berkelanjutan. Ini bukan sekadar program, tetapi sebuah pergerakan jangka panjang,” jelasnya.
Di akhir paparannya, Bima menegaskan bahwa ketiga agenda tersebut akan menjadi pokok pembahasan dalam APCAT Summit 2026. Ia berharap forum ini mampu melampaui pendekatan formal dan mendorong aksi nyata serta kebijakan konkret di tingkat daerah. APCAT Summit 2026 direncanakan akan dihadiri puluhan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
> “Kita harus mampu mengubah ide menjadi tindakan dan kebijakan yang benar-benar berdampak di tingkat lokal,” pungkasnya. [Red]
*Puspen Kemendagri
Komentar